Sinergisme dalam Regenerasi

 

Tahukah Kalian apa arti dari sinergisme dan regenerasi? Sinergisme adalah kegiatan yang tergabung biasanya pengaruhnya lebih besar daripada jumlah total pengaruh masing-masing atau satu per satu, sedangkan regenerasi adalah penggantian generasi tua kepada generasi muda (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Lalu pentingkah sinergisme dan regenerasi dalam suatu organisasi? Sinergisme penting karena suatu organisasi harus bergerak sebagai suatu kesatuan. Dengan adanya sinergisme, kemajuan yang diraih akan lebih besar karena elemen-elemen yang ada di dalamnya bergerak bersama untuk mencapai cita-cita organisasi.

Bagaimana dengan regenerasi? Dengan adanya proses regenerasi atau pembentukan generasi baru, akan terlihat seperti apa penerus sebuah organisasi di masa depan. Kepada generasi penerus lah perjuangan yang telah dilakukan oleh generasi pendahulu akan diestafetkan. Generasi penerus diharapkan akan menjadi generasi ideal, yaitu generasi yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Akan tetapi, generasi penerus harus dipersiapkan untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan menghadapi tantangan-tantangan baru yang akan muncul. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem dan mekanisme pembangunan berkelanjutan yang harus dikoordinasikan ke dalam keseluruhan organisasi. Rencana pembangunan jangka panjang diperlukan agar ada acuan bagi generasi penerus dalam merancang kerangka kerja baru yang memiliki kesinambungan dengan kerangka kerja lama.

Bayangkan apabila dalam suatu organisasi, generasi pendahulu telah berhasil merancang dan melaksanakan program-program kerja sesuai dengan visi dan misi pemimpin serta kebutuhan organisasi. Kemudian, generasi penerus juga berhasil merancang dan melaksanakan program kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi, tetapi visi dan misi pemimpinnya berbeda. Perbedaan tersebut mengakibatkan perubahan besar dalam program dan kerangka kerja organisasi sehingga perjuangan yang telah dilakukan generasi pendahulu tidak dilanjutkan. Kejadian tersebut selalu berulang setiap regenerasi kepemimpinan. Pertanyaannya adalah bagaimana organisasi tersebut bisa berkembang pesat jika selalu “mengulang kembali” hanya karena visi dan misi pemimpin saling berbeda?

Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara generasi pendahulu dengan generasi penerus. Generasi pendahulu harus mempersiapkan generasi penerus agar saat regenerasi dapat melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan. Sharing pengetahuan dan pengalaman harus dilakukan agar generasi penerus memiliki gambaran terhadap apa yang harus dilakukan di masa depan. Kemudian, generasi penerus juga harus mempertimbangkan capaian yang telah diraih oleh generasi pendahulu dalam merancang program-program kerja yang baru. Generasi penerus harus melanjutkan kesuksesan yang telah dicapai oleh generasi pendahulu. Generasi penerus juga harus belajar dari kesalahan ataupun kegagalan yang terjadi di masa lalu. Dengan demikian integrasi antargenerasi dapat dilakukan.

Mari bersatu dan berpadu menjadi satu kesatuan yang utuh dalam berjuang meraih cita-cita organisasi.

– Lufta Erwin Winata