SIBADES 2015

SIBADES (Sipil Bangun Desa) merupakan program kerja yang dibuat oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS). Tujuan dari adanya sibades ini tidak lain untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dalam kelas saat proses perkuliahan untuk membantu lingkungan sekitar dalam bentuk pengabdian masyarakat. Pada SIBADES tahun 2015, kegiatan dilakukan pada tanggal tiga dan empat Oktober 2015 di Desa Warjabakti, Pengalengan Kab. Bandung Barat. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemasangan pompa pada saluran pipa air. Saluran pipa air mengalirkan air dari mata air ke desa tersebut. Namun air yang keluar pada pipa tersebut dirasa kurang deras oleh warga desa tersebut, sehingga mahasiswa sipil berinisiatif untuk memasang pompa air pada pipa tersebut.


Dalam keberjalanan SIBADES, disadari bahwa dibutuhkannya peran mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika untuk membantu pekerjaan yang dilakukan. Peranan mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika dirasa penting karena dalam pelaksanaan SIBADES dibutuhkan perbedaan tinggi yang akurat antara dua titik sehingga berdasarkan hasil perbedaan tinggi tersebut dapat ditentukan dimana letak pompa air tersebut akan diletakkan. Pada salah satu praktek keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika diajarkan bagaimana menentukan perbedaan tinggi antara dua titik. Dengan studi tersebut mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika dapat membantu keberlangsungan SIBADES.

 


Studi yang digunakan pada SIBADES adalah adalah metode sipat datar memanjang. Sipat datar memanjang bertujuan untuk mengukur beda tinggi antara dua titik yang berjauhan. Dalam pengukuran semacam ini, tidak mungkin dilakukan dengan satu kali meletakkan alat sipat datar. Dengan konsep dasar yang dimiliki maka teknis pengukuran pun dibuat.

Pengukuran dilakukan oleh dua tim. Tim satu memulai pengukuran dari desa hingga titik tengah antara desa dan sumber mata air sedangkan tim dua memulai pengukuran dari titik tengah antara desa dan sumber mata air hingga sumber mata air. Dengan adanya dua tim yang mengukur diharapkan pengukuran akan berjalan efektif, mengingat pengukuran sipat datar harus dilakukan pulang pergi dalam waktu satu hari. Namun saat keberjalanan pengukuran, waktu yang diperlukan oleh mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika harus ditambah karena pengukuran dilapangan tidak masuk koreksi pengukuran. Sehingga pengukuran dilakukan dua hari satu malam.

 


Dari kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika disadari bahwa dalam pengaplikasian keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika yang didapat pada saat kuliah Penentuan Posisi I dapat membantu mahasiswa Teknik Sipil warga desa terebut sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi. Disisi lain menjadi suatu pembelajaran yang berharga bahwa dilapangan segala hal dapat terjadi salah satunya rencana pengukuran yang seharusnya dapat diselesaikan satu hari berubah menjadi dua hari. Oleh karena itu perlunya analisis penyelesaian masalah dan pemilihan solusi yang cepat dan tepat.

– Tiga Belas Empat Enam